Kudus – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kepolisian Republik Indonesia.
Salah satunya ditunjukkan jajaran Polsek Dawe, Polres Kudus, yang melakukan pendampingan panen jagung di lahan pertanian milik Kelompok Tani Gemati, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (6/6/2026).

Panen dilakukan di lahan pertanian non lahan baku sawah (LBS) seluas 25 hektare yang telah ditanami jagung sejak 25 Februari 2026. Setelah memasuki masa tanam selama 101 hari, tanaman jagung dinilai siap dipanen dengan estimasi hasil mencapai sekitar 150 ton.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Dawe, AKP Jajang Wiwoko mengatakan kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen mendukung program strategis pemerintah, termasuk mewujudkan swasembada pangan. Melalui pendampingan ini, kami berharap hasil pertanian masyarakat semakin meningkat dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian warga,” ujar AKP Jajang.
Selain melakukan pendampingan saat panen, jajaran Polsek Dawe juga aktif menjalin komunikasi dengan kelompok tani selama proses budidaya berlangsung. Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional.
AKP Jajang menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama menjaga keberlangsungan produksi pertanian agar tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kami berharap keberhasilan panen ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan yang dimiliki. Potensi pertanian di Kecamatan Dawe cukup besar dan perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi yang baik antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan aparat keamanan,” tambahnya.
Selain mendukung sektor pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan petani di wilayah Kecamatan Dawe. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas masyarakat diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus membangun kedekatan yang lebih erat.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar terus menjaga situasi keamanan lingkungan, memperkuat budaya gotong royong, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas yang dapat merugikan sektor pertanian.
Dengan sinergi antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian, dan aparat kepolisian, target swasembada pangan tahun 2026 diharapkan dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.