Kudus – TK Kemala Bhayangkari 44 dan 45 Kudus mendeklarasikan Sekolah Sehat dan Sekolah Anak Tanpa Asap Rokok. Kegiatan ini digelar di Aula Wicaksana Laghawa TK Kemala Bhayangkari 44 Kudus, Kamis (12/2/2026).
Deklarasi dihadiri langsung Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, PJU Polres, pengurus Bhayangkari, perwakilan dinas terkait, kepala sekolah, guru dan staf TK Kemala Bhayangkari.Sebelum deklarasi dilaksanakan, Tim Sertifikasi Sekolah Bebas Asap Rokok terlebih dahulu melakukan survei dan penilaian di lingkungan TK Kemala Bhayangkari.
Penilaian meliputi komitmen penerapan kawasan tanpa rokok, kesiapan sarana pendukung, serta pemahaman tenaga pendidik terhadap pentingnya perlindungan anak dari paparan asap rokok.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan bahwa deklarasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan sehat bagi anak-anak.
“Anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi sejak dini. Sekolah yang bebas asap rokok merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan serta pembentukan karakter hidup sehat,” kata AKBP Heru.
Ia menegaskan, dampak paparan asap rokok sangat berbahaya bagi anak, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga sekolah harus benar-benar menjadi kawasan aman.Kapolres juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kudus dan pihak sekolah yang telah berinisiatif menerapkan komitmen kawasan tanpa rokok.
“Kami dari Polres Kudus mendukung penuh upaya perlindungan anak dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Harapan kami, budaya hidup sehat bisa tertanam sejak usia dini,” tegasnya.
Sementara itu, narasumber dari Yayasan Anargya Sober House, Upoyo Suprayogi, menjelaskan bahwa sekolah merupakan ruang strategis dalam membangun kebiasaan hidup sehat. Menurutnya, anak perlu dilindungi dari paparan zat adiktif yang dapat mengganggu tumbuh kembang.
“Rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya. Jika sejak kecil anak dibiasakan berada di lingkungan tanpa asap rokok, mereka akan memiliki pemahaman kuat untuk menolak ketika suatu saat mendapat ajakan,” jelas Upoyo.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kawasan tanpa rokok membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pengelola sekolah, guru, hingga orang tua.
“Komitmen ini harus dijaga bersama. Bukan hanya hari ini, tetapi seterusnya agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang sehat dan aman,” pungkasnya.
