Kudus – Satlantas Polres Kudus menggelar kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) yang berfokus pada komunitas ojek Wisata Religi Colo Muria, Selasa (21/1/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis kepolisian dalam menekan angka pelanggaran serta fatalitas kecelakaan di jalur wisata yang memiliki karakteristik medan menantang.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan lereng Gunung Muria ini tidak hanya menyasar para pengemudi ojek, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif para pedagang, warga lokal, hingga wisatawan yang sedang berkunjung ke makam Sunan Muria.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, melalui Kasat Lantas AKP Royke Noldy Darean, menjelaskan bahwa edukasi ini sangat krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan peziarah di kawasan tersebut. Pihaknya memberikan penekanan khusus pada etika berkendara, penggunaan perlengkapan keselamatan standar, serta kepatuhan mutlak terhadap rambu-rambu jalan.
“Kawasan Wisata Religi Sunan Muria merupakan magnet wisatawan dengan aktivitas kendaraan yang padat. Melalui Dikmas Lantas ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif agar seluruh elemen masyarakat, terutama pengemudi ojek wisata, selalu mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan utama,” ujar AKP Royke.
Lebih lanjut, AKP Royke menegaskan bahwa pengemudi ojek wisata adalah garda terdepan dalam pelayanan transportasi bagi para peziarah. Kedisiplinan mereka dalam berlalu lintas menjadi cerminan kenyamanan dan keamanan pariwisata di Kabupaten Kudus.
“Peran rekan-rekan ojek sangat vital. Dengan berkendara secara tertib dan beretika, mereka tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memberikan jaminan keselamatan bagi para penumpang yang menitipkan nyawanya selama perjalanan,” tambahnya.
Respons positif mengalir dari para pelaku wisata di Colo. Mereka berkomitmen untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas (Safety Riding) guna mendukung terciptanya situasi Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif di wilayah hukum Polres Kudus.
Diharapkan, sinergi antara kepolisian dan komunitas lokal ini dapat secara efektif meminimalisir risiko kecelakaan di jalur wisata religi yang dikenal memiliki kontur jalan menanjak dan berkelok tersebut.
