Wajah-wajah polos anak-anak menyambut dengan riang saat sosok berseragam cokelat datang ke sekolah mereka. Tak ada rasa takut, yang ada justru senyum dan rasa ingin tahu. Itulah suasana yang kerap terlihat dalam program “Polisi Sahabat Anak”, sebuah inisiatif humanis dari Polri untuk mendekatkan diri kepada generasi masa depan bangsa.
Polisi Bukan Sosok Menakutkan
Selama bertahun-tahun, stigma negatif kadang melekat pada sosok polisi di mata anak-anak. Banyak orang tua yang tanpa sadar mengatakan, “Kalau nakal, nanti ditangkap polisi!” Kalimat seperti ini justru membangun citra yang salah.
Kini, Polri berbenah. Melalui program Polisi Sahabat Anak, para anggota polisi datang ke sekolah—mulai dari taman kanak-kanak, PAUD, hingga sekolah dasar—untuk menjadi teman, bukan ancaman.
Belajar Tertib dengan Cara Menyenangkan
Kegiatan ini tidak dilakukan dengan ceramah kaku. Sebaliknya, polisi mengajak anak-anak bermain sambil belajar. Mereka menyanyikan lagu bertema keselamatan, bermain peran sebagai petugas lalu lintas, mengenal rambu-rambu, bahkan mencoba naik kendaraan dinas.
Dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan, anak-anak diajak memahami hal-hal sederhana seperti:
Menyebrang di zebra cross
Arti lampu merah, kuning, dan hijau
Bahaya bermain di jalan raya
Pentingnya memakai helm
Semua disampaikan dengan bahasa dan metode yang sesuai usia mereka.
Menanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab
Tak hanya tentang lalu lintas, program ini juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan keberanian. Anak-anak diajarkan untuk datang tepat waktu, menghormati guru dan teman, menjaga kebersihan, serta berani berkata “tidak” pada perundungan (bullying) dan tindakan tidak benar.
Dari hal kecil inilah karakter positif mulai tumbuh.
Membangun Cita-cita dan Rasa Bangga
Tak sedikit anak-anak yang setelah mengikuti kegiatan ini berkata dengan antusias, “Aku mau jadi polisi!”
Melalui interaksi hangat, anak-anak mulai memahami bahwa polisi bukan hanya menangkap penjahat, tapi juga membantu orang lain, melindungi yang lemah, dan menjadi bagian dari masyarakat.
Polisi dikenalkan sebagai sosok teladan, pelindung, dan sahabat semua kalangan.
Inspirasi di Lapangan
Di berbagai sekolah di Jawa Tengah, kegiatan Polisi Sahabat Anak selalu meninggalkan kesan mendalam. Ada anggota polisi yang membacakan dongeng sambil mengenalkan nilai kejujuran. Ada pula yang mengajarkan cara bersalaman yang sopan, atau sekadar mendengarkan curhatan polos anak-anak tentang cita-cita mereka.
Kehadiran polisi di ruang kelas bukan hanya memperkenalkan profesi, tetapi juga menjadi simbol bahwa negara peduli pada masa depan generasi mudanya.