Kehadiran media sosial di zaman sekarang sangat berarti bagi kehidupan manusia. Dengan segala keunggulan yang dimiliki, media sosial mampu mengubah tatanan hidup manusia. Cara berkomunikasi, berinteraksi, dan bertransaksi sudah banyak yang terintegrasi dengan media sosial. Khusus untuk komunikasi, media sosial dianggap sebagai sarana yang efektif dalam menyampaikan informasi. Ini terbukti dari hasil riset We Are Social yang menyebutkan bahwa dari seluruh penduduk Indonesia, sebanyak 62 juta orang sudah memiliki akun media sosial Facebook. Dari fenomena ini, ada beberapa pihak yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menjalankan tujuannya, misalnya untuk pemasaran, politik, sampai pembelajaran.
Manfaat Sosial Media dalam Efektifitas Komunikasi Pemasaran Terpadu Sosial media sejatinya memang sebagai media sosialisasi dan interaksi, serta menarik orang lain untuk melihat dan mengunjungi tautan yang berisi informasi mengenai produk dan lain-lain. Jadi wajar jika keberadaannya dijadikan sebagai media pemasaran yang paling mudah dan murah (lowcost) oleh perusahaan. Hal inilah yang akhirnya menarik para pelaku usaha untuk menjadikan media sosial sebagai media promosi andalan dengan ditopang oleh website/blog perusahaan yang dapat menampilkan profile perusahaan secara lengkap. Bahkan tidak jarang para pelaku usahahanya memiliki media sosial saja namun tetap eksis dalam persaingan. (Siswanto, 2013) Sebagai situs jejaring, media sosial memiliki peran penting dalam pemasaran. Hal yang dapat menghubungkan pelanggan dan calon dengan produk atau jasa dari suatu merek atau perusahaan, adalah jalur yang potensial untuk menyampaikan informasi di masa mendatang. Dengan kata lain, proses IMC berawal dari pelanggan atau calon pelanggan kemudian berbalik kepada perusahaan untuk menentukan bentuk dan metode yang digunakan dan dikembangkan bagi program yang dijalankan. (Shimp dalam Siswanto, 2013) Sependapat dengan hal di atas, Supradono dan Hanum (2011) mengatakan bahwa dalam bidang pemasaran, keunggulan layanan media sosial adalah memberikan ruang komunikasi dua arah antara konsumen-perusahaan dan konsumen-konsumen. Komunikasi dua arah ini memampukan konsumen untuk berpartispasi, kolaburasi dan berinteraksi, yang pada intinya konsumen tidak lagi objek tetapi subyek pemasaran. Beberapa praktek-praktek terbaik perusahaan yang telah berhasil memanfaatkan sosial media adalah melakukan survey jejak pendapat keinginan konsumen, memberikan tautan layanan video, penawaran diskon, berinteraksi dengan konsumen, dan ekspriental marketing. Tentunya hal ini akan memberikan efek viral marketing, loyalitas brand, word of mouth dan crowd sourching. Sosial media mampu memfasilitasi masyarakat untuk memperoleh informasi terbaru, berpartisipasi, berinteraksi dan kolaborasi dengan pemerintah secara online.