Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Kudus menggeruduk Kantor Bupati Kudus pada Kamis (4/9).
Mereka menggelar audiensi dengan Bupati Kudus dan jajaran Forkopimda di Pendapa Kabupaten Kudus untuk menyampaikan aspirasi terkait isu lokal dan gejolak demo yang terjadi di berbagai daerah.
Puluhan mahasiswa dari HMI Kudus itu datang berbondong-bondong membawa bendera Merah Putih dan HMI ke Pendapa Kabupaten Kudus. Para mahasiswa terlihat serius menuju ke dalam Pendapa.

Mereka disambut oleh Bupati Kudus, Wakil Bupati Kudus, Dandim, dan Kapolres Kudus untuk duduk bersama di dalam Pendapa Kabupaten Kudus. Pada audiensi kali ini, terdapat beberapa tuntutan yang dilontarkan.
Koordinator lapangan HMI Kudus, Muhammad Arya Lukmansyah, menyatakan aksi damai tersebut bertujuan mendesak Pemkab Kudus agar memenuhi janji terkait kebijakan daerah yang dianggap kurang berpihak kepada masyarakat.
”Beberapa tuntutan kami sampaikan dalam aksi damai kali ini. Mulai dari isu daerah hingga isu nasional,” jelasnya, Kamis (4/9/2025).
Dalam audiensi, lima tuntutan utama disuarakan, yaitu: pemberantasan seks bebas, penanganan masalah sampah, kebersihan lingkungan, pemerataan pembangunan dan infrastruktur, serta pembebasan demonstran yang ditahan karena ikut aksi di Jakarta.
Selain itu, mereka juga menilai perilaku anggota yang tidak pantas memicu amarah masyarakat hingga membuat kondisi seperti saat ini. HMI menginginkan DPR RI diisi oleh orang yang berkompeten.
.
HMI juga meminta agar Bupati Sam’ani Intakoris dan jajaran Forkopimda bersedia menandatangani surat tuntutan yang akan dilayangkan ke pemerintah pusat.
Luqman menegaskan pentingnya janji tersebut direalisasikan, bukan hanya disampaikan tanpa tindakan nyata.
“Pemerintah jangan hanya memberikan janji-janji tetapi tidak direalisasikan, kami butuh bukti nyata,” ujar Luqman.
Setelah diskusi panjang, mereka berharap agar Pemkab Kudus segera merealisasikan tuntutan itu melalui langkah konkret.