Polisi mengungkap modus dugaan penipuan aplikasi Jombingo bernilai puluhan juta rupiah. Para korban aplikasi Jombingo mendapat tawaran bergabung dalam aplikasi tersebut via email. Kemudian, korban diminta untuk top up.
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Ade Safri Simanjuntak, S.I.K., M.Si menjelaskan Pelapor selaku salah satu korban menerangkan mendapatkan pesan email yang berisi penawaran untuk bergabung dalam aplikasi yang bernama Jombingo, yaitu aplikasi jual beli dengan sistem komisi. Untuk memulainya korban terlebih dahulu diminta melakukan top up, karena merasa yakin korban menyerahkan uang secara bertahap senilai Rp 20 juta.
Lalu apa Apa Itu Aplikasi Jombingo yang Kini Jadi Sorotan
Sebelum ramai di media sosial, aplikasi Jombingo ini dikenal sebagai platform belanja online yang diklaim mampu menghadirkan pengalaman belanja unik dan menarik bagi penggunanya. Jadi pengguna mendapatkan produk murah dengan sistem belanja bersama. Adapun aplikasi ini merupakan besutan dari PT Bingoby Digital Kreasi yang mulai masuk ke Indonesia sejak awal 2022.
Salah satu keunikan dari Jombingo ini sistem belanja yang yang dilakukan secara berkelompok atau belanja bersama yang biasa disebut group buy atau complete group.
Selain ada kontak langsung dengan supplier, pengguna juga dapat meraih harga yang sangat terjangkau karena ada sistem group buy. Di sini pelanggan dapat berinteraksi sosial dengan pelanggan lainnya, berdasarkan kesamaan minat dan kebiasaan membeli.
Mengutip dari berbagai sumber, konsep dari pembelian di Jombingo ini berbeda dengan berbagai aplikasi e-commerce yang lain. Aplikasi ini memang dapat dipakai untuk berbelanja atau membeli berbagai produk dengan harga super murah. Namun, pengguna akan membuat suatu grup dan mengundang teman terlebih dahulu untuk membeli produk.
Setelah terbentuk tim pembeli satu produk yang sama, kemudian dilakukan pengundian oleh sistem untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang. Kemudian barang akan dikirimkan kepada pemenang meski orang yang gagal tidak akan kehilangan uang dan mendapatkan instant cashback. Jadi ketika seseorang tidak berhasil memenangkan pembelian barang akan kembali ke saldo.
Namun, aplikasi Jombingo ini menjadi sorotan setelah pengguna tidak dapat menarik saldo. Saat dicek ke play store, aplikasi ini Jombingo ini tidak ada lagi. Saat dicek ke situs jombingoid.com tidak dapat diakses.
Adapun pengguna yang belum dapat menarik saldolnya ini dialami salah satu korban yang tidak dapat menarik saldonya, yaitu Satyasalsabila. Perempuan yang akrab disapa Bila ini mengetahui aplikasi Jombingo dari teman dan tertarik untuk ikut pada Mei 2023. Bila mengaku tertarik ikut aplikasi Jombingo karena keuntungan besar.
“High return, keuntungan jual barang. Dengan sistem konsinyasi jadi barang dijual oleh Jombingo, kita dapat keuntungan dari modal sebelumnya. Misalkan juicer dijual Rp 800 ribu, keuntungan Rp 40 ribu dari satu barang. Kalau jual 10-15 dikalikan 40,” ujar Bila panggilan akrabnya saat dihubungi Liputan6.com, Kamis, 29 Juni 2023.
Bila menuturkan, model transaksi di Jombingo dengan sistem konsinyasi. Dikutip dari laman OCBCNISP, dalam sistem konsinyasi, pihak pemilik akan menitipkan barang agar dijual pihak penyalur dengan kesepakatan pembagian keuntungan tertentu. Di dunia bisnis, konsinyasi merupakan kerja sama penjualan di mana satu pihak menitipkan barang untuk dijualkan oleh pihak lainnya. Penjualan sistem ini salah satu jenis kerja sama bisnis yang diminati terutama pengusaha ritel.
Di konsinyasi, pihak penitip barang akan memproduksi barang dan menjualnya melalui tempat promosi atau channel yang dimiliki pihak penyalur. Sedangkan pembagian profit konsinyasi bisa didasarkan pada dua hal yakni pembagian keuntungan dan pihak penyalur menentukan sendiri harga jual barang paling sesuai.
saat menjadi pengguna Jombingo membuat dan ikut grup yang terdiri dari 2 orang. “Grup itu ada yang menang dan kalah. Misalkan jual juicer sudah ditentukan Jombingo harga Rp 800 ribu. Grup yang jual ada yang menang, itu dapat untung Rp 40 ribu. Kalau kalah pun saldo Jombingon dapat 1.500
Demikian keuntungan yang didapatkan juga berbeda-beda. “Keuntungan dari satu akun paling kecil Rp 200 ribu. Kadang bisa Rp 400 ribu dalam sehari. Kalau modal saya Rp 600 juta itu,jadi akunnya tidak cuma satu, Namun, Bila mengatakan saat ingin menarik saldo tersebut sekitar 18 Juni 2023 tetapi tidak bisa cair. “Uangnya tidak cair. Sudah tanya ke admin,tetapi mereka juga tidak bertanggung jawab dan tidak tahu
Kata Pengamat
Praktisi Trading dan Investasi, Desmond Wira menuturkan, kalau Jombingo seperti memakai skema ponzi atau money game dan scam. Scam ini berarti skema penipuan yang tidak lain untuk mendapatkan uang atau barang, data pribadi dari korbannya.
Ia menuturkan, Jombingo ini termasuk aplikasi yang menyediakan produk dan barang dengan harga murah. “Jika e-commerce lain bisa langsung membeli, di Jombingo member harus mengundang teman lebih dulu. Jadi fokusnya cari member bukan jualan. Kabarnya kantornya sudah kosong,” tutur dia
Desmon menuturkan, apikasi Jombingo tersebut termasuk scam atau penipuan karena uang member yang di top up tak bisa ditarik. Ia menilai, pemerintah juga kecolongan terkait hal ini. Lantaran Jombingo memakai modus membuat e-commerce yang menjual barang serba murah. “Walaupun ada top up, tapi dari luar tidak terllihat seperti investasi. Satgas Waspada Investasi kemungkinan tidak waspadai hal seperti ini. Setelah terbongkar, barulah kelihatan ternyata penipuan,” tutur dia.