Menjawab Tantangan Kepolisian Di Era Digital Melalui Fungsi Kehumasan

Kudus – Kepolisian Republik Indonesia sebagai salah satu institusi penegak hukum di Indonesia memiliki peran penting dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Apalagi, di era demokrasi dan digitalisasi yang semakin berkembang, masyarakat semakin kritis terhadap berbagai isu yang berkaitan dengan pemerintah, termasuk tindakan Kepolisian.

Kepolisian dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan yang semakin dinamis dan masyarakat yang semakin kritis.

Peran kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai pilar utama dalam menjaga kamtibmas dan membangun hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat.

Di tengah masyarakat yang kritis, Kepolisian harus mampu menghadapi tantangan yang beragam, termasuk kritik.

Institusi Kepolisian harus mampu menjaga transparansi dan akuntabilitas serta memenuhi rasa aman masyarakat.

Salah satu hal yang penting dalam membangun hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat adalah komunikasi yang efektif.

Institusi kepolisian harus mampu mendengarkan dengan seksama aspirasi dan kritik masyarakat, serta memberikan penjelasan yang jelas dan transparan tentang langkah-langkah yang diambil.

Dalam situasi ini, fungsi kehumasan Polri menjadi garda terdepan dalam menyikapi masyarakat yang kritis.

Fungsi kehumasan Polri melibatkan hubungan yang erat antara Kepolisian dengan masyarakat.

Di era saat ini, Kehumasan bukan hanya menjadi fungsi di belakang panggung bagi Kepolisian. Namun, Kehumasan Polri sudah menjadi garda terdepan yang berperan sebagai jembatan komunikasi antara polisi dan masyarakat.

Kehumasan bertugas untuk menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat maupun insan media untuk memberikan informasi yang akurat. Serta, mampu menjawab pertanyaan dan keluhan yang mungkin timbul dari masyarakat.

Dalam menghadapi masyarakat yang kritis, kehumasan Polri harus mampu beradaptasi dengan dinamika yang ada. Kehumasan Polri harus memiliki sikap terbuka dan siap untuk menerima kritik yang membangun, sekaligus memberikan penjelasan yang jelas mengenai langkah-langkah yang diambil.

Salah satu Pakar dan Budayawan, Ahmadi Sofyan pernah menyebut bahwa ia pernah mendapatkan pertanyaan dari beberapa personel tentang bagaimana polisi menghadapi masyarakat.

Ia berpendapat bahwa polisi menghadapi masyarakat harus seperti seorang laki-laki menghadapi perempuan yang selalu tidak benar, harus selalu salah dan siap salah.

Jadi polisi itu dalam menghadapi masyarakat persis laki menghadapi perempuan. Diam, siap salah namun hukum tetap ditegakkan. Karena semua sama dimata hukum, jadi bersabar menghadapi masyarakat, siap salah tapi hukum tetap ditegakkan.

Selain itu, peran kehumasan di Kepolisian yang menjadi ujung tombak atau garda terdepan dalam menyampaikan informasi.

Di era saat ini, kesalahan sedikitpun dari kepolisian sangat cepat penyebarannya di media sosial.

Meskipun demikian, kepolisian harus bisa menjawab semua tantangan, kritikan yang keluar dari masyarakat.

Kalau Polisi kalau bikin salah, pasti cepat menyebarnya. Itu tidak bisa dijawab dengan prontal, tapi harus dijawab dengan data. Jadi artinya, begitulah ditengah masyarakat karena apa, orang banyak menganggap polisi diatas, padahal polisi berasal dari masyarakat dan bagian dari masyarakat.

Dengan demikian, pada akhirnya, peran kehumasan Polri yang efektif dan proaktif dalam menghadapi masyarakat yang kritis sangat penting untuk menjaga kepercayaan dan kerjasama antara kepolisian dan masyarakat.

Dengan memastikan komunikasi yang baik dan menjaga transparansi, kehumasan Polri dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat serta meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia.

Dalam kesimpulannya, di tengah masyarakat yang kritis, peran kepolisian sangat penting dan tidak bisa diremehkan. Kepolisian harus mampu beradaptasi dengan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi dan menjaga integritas serta transparansi dalam menjalankan tugas mereka.

Sementara masyarakat harus memberikan dukungan dan kerjasama kepada kepolisian, dan saling memahami peran masing-masing dalam membangun keamanan dan ketertiban bersama. Dengan begitu akan terjalin hubungan yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang lebih aman, adil, dan harm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *